Seiring berkembangnya industri kendaraan listrik di Indonesia, standar keamanan baterai menjadi prioritas utama. Dalam artikel ini, kita akan melihat bagaimana teknologi ATEQ diaplikasikan secara berurutan untuk menjamin setiap sel dan paket baterai bebas dari risiko kebocoran elektrolit atau malfungsi elektrik.
Tahapan Pengujian Terintegrasi:
- Electric Test (I-620): Sebelum diisi elektrolit, casing baterai diuji menggunakan tegangan tinggi untuk memastikan tidak ada keretakan mikroskopis pada material plastik/isolator.
- Tracer Gas Test (H620): Pengujian tingkat molekuler menggunakan gas Helium untuk mendeteksi kebocoran paling halus yang tidak terdeteksi oleh udara biasa.
- Leak & Volume Test (F620 & V620): Memastikan volume rongga internal tepat dan seal penutup kedap udara sepenuhnya setelah proses perakitan akhir.
- Flow Test (D620): Menguji sistem pendingin baterai (cooling plate) untuk memastikan cairan pendingin dapat mengalir lancar tanpa hambatan.
- Validation (CDF-20): Setiap pergantian shift, teknisi melakukan verifikasi akurasi seluruh unit uji menggunakan kalibrator standar.
Dengan alur ini, produsen dapat menjamin produk yang aman, tahan lama, dan sesuai standar internasional.
