ACCENT – Teknologi Emisi Akustik untuk Efisiensi Mesin Grinding

Dalam proses pengasahan (grinding), presisi bukan hanya soal ukuran, tetapi juga tentang waktu dan keamanan. Marposs ACCENT adalah sistem pemantauan berbasis emisi akustik (suara frekuensi tinggi) yang memungkinkan mesin “mendengar” kontak antara batu gerinda dan benda kerja sebelum mata manusia bisa melihatnya.

1. Prinsip Kerja Emisi Akustik (AE)

  • Deteksi Mikro: Sensor ACCENT menangkap gelombang ultrasonik yang dihasilkan oleh gesekan material. Gelombang ini merambat melalui struktur mesin dan ditangkap oleh sensor khusus yang dipasang pada spindle atau workhead.
  • Visualisasi Data: Sinyal suara tersebut diubah menjadi data digital yang ditampilkan dalam bentuk grafik real-time pada layar kontroler.

2. Fungsi Utama yang Perinci

  • Gap Elimination (Air-Cut Reduction): Biasanya, batu gerinda bergerak sangat pelan saat mendekati benda kerja untuk menghindari tabrakan. Dengan ACCENT, mesin bisa bergerak cepat di udara dan langsung berpindah ke kecepatan potong segera setelah sensor mendeteksi kontak pertama. Ini memangkas “waktu kosong” secara signifikan.
  • Crash Detection: Jika terjadi kesalahan pemrogaman atau benda kerja miring, sensor akan mendeteksi lonjakan suara yang ekstrem dalam hitungan milidetik dan memerintahkan mesin untuk berhenti darurat (emergency stop).
  • Dressing Monitoring: ACCENT juga digunakan untuk memantau proses dressing (penajaman kembali batu gerinda), memastikan bahwa intan pemotong benar-benar menyentuh seluruh permukaan batu secara merata.

3. Spesifikasi Teknis

  • Respons Ultra-Cepat: Mampu memberikan sinyal perintah dalam waktu kurang dari 1 milidetik.
  • Filter Frekuensi: Dilengkapi dengan teknologi penyaringan suara untuk membedakan antara suara proses pemotongan yang normal dengan gangguan noise dari mesin lain di sekitarnya.
  • Desain Industri: Sensor dirancang tahan terhadap tekanan air, minyak, dan debu gerinda yang tajam.

4. Dampak pada Produktivitas

Penggunaan Marposs ACCENT dapat meningkatkan produktivitas mesin grinding hingga 10% – 20% hanya dengan menghilangkan waktu air-cut. Selain itu, ia memberikan ketenangan bagi operator karena risiko kerusakan mesin akibat tabrakan (crash) dapat diminimalisir secara otomatis.