Motor listrik bekerja pada tegangan tinggi dan kecepatan putaran yang ekstrem. Oleh karena itu, integritas isolasi dan kualitas perakitan stator serta rotor menjadi harga mati. Marposs menawarkan rangkaian pengujian E-Motor yang mencakup tahap produksi dari komponen tunggal hingga unit penggerak lengkap (E-Axle).
1. Pengujian Stator (Partial Discharge Testing)
- Deteksi Dini Kerusakan Isolasi: Marposs menggunakan teknologi Partial Discharge yang sangat sensitif untuk mendeteksi cacat mikro pada isolasi kabel tembaga (hairpin) stator. Cacat ini sering tidak terdeteksi oleh uji tegangan tinggi standar, namun dapat menyebabkan kerusakan fatal dalam jangka panjang.
- Uji Lonjakan (Surge Test): Memastikan tidak ada hubungan arus pendek antar lilitan (turn-to-turn) di dalam stator.
2. Pengujian Rotor dan Magnet
- Integrasi Magnet: Untuk rotor dengan magnet permanen, Marposs melakukan inspeksi untuk memastikan posisi dan kekuatan magnet sudah sesuai standar, mencegah ketidakseimbangan energi saat motor berputar.
- Balancing: Pengukuran keseimbangan dinamis rotor sangat krusial untuk menghilangkan getaran dan kebisingan (Noise, Vibration, and Harshness – NVH) pada kendaraan listrik yang dikenal senyap.
3. Pengujian Akhir Lini (End-of-Line / EOL)
- Uji Beban Dinamis: Motor diuji dalam berbagai simulasi kecepatan dan beban untuk memverifikasi torsi, efisiensi energi, dan suhu operasional.
- Inspeksi Kebisingan (NVH): Menggunakan sensor akustik untuk memastikan motor tidak mengeluarkan suara aneh yang menandakan adanya ketidaksempurnaan mekanis atau elektrikal.
4. Sinergi dengan STP Indonesia
Implementasi teknologi E-Motor Testing memerlukan keahlian integrasi sistem yang mendalam. Melalui Samudra Teknik Pratama, manufaktur otomotif di Indonesia mendapatkan akses ke solusi turnkey—mulai dari stasiun pengujian manual hingga lini otomatis penuh yang terhubung dengan sistem data pabrik.
